Tampilkan postingan dengan label Kutawaru-Maju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutawaru-Maju. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 April 2017

Kegiatan Karang Taruna Tunas Bakti Dusun Bojong Kurang Perhatian Pemerintah !!!

Kegiatan Karang Taruna Tunas Bakti RW. 08 Kelurahan Kutawaru !!!

Kegiatan pemuda pemudi Tunas Bakti 08 pada Minggu 23 April 2017 untuk kepedulian Lingkungan. Kami Bukan Mengharapkan Ke exisan namun kami mengharapkan perubahan kemajuan pada lingkungan kami, dan Negri ini. Semoga Pemerintah tidak tuli untuk mendengar dan buta untuk melihat. Jerit Rakyat kecil seperti kami. Kami bosan dengan janji, kami ingin bukti nyata untuk kemajuan !!!













































Semoga kedepannya bukan hanya dari instansi masyarakat saja namun di harapkan semua lapisan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya.. Semoga pemerintah yg berwenang untuk pembangunan bukan hanya melihat namun berkenan untuk membantu dalam hal pembangunan. suatu bukti masyarakat peduli terhadap negerinya untuk kemajuan negeri ini... Tinggal bagaimana Pemerintahnya...









































































Kegiatan - Kegiatan Pembuatan Lapangan Karang Taruna Tunas Bakti RW.08 Kutawaru. 

Alhamdulilah pembuatan Lapangan Volly untuk pengembangan bakat Pemuda-pemudi Rw.08 sudah hampir selesai dan bisa segera di gunakan. 
Suatu bukti kekompakan pemuda untuk mewujudkan lingkungannya untuk maju dan lebih baik lagi.

" Kalo bukan sekarang kapan lagi, kalo bukan pemuda-pemudi siapa lagi "


























Itulah sepenggal kegiatan - kegiatan pemuda - pemudi Karang Taruna Tunas Bakti RW. 08. Semoga Apa yang menjadi cita - cita pemuda - pemudi untuk membuat perubahan yang nyata didukung penuh oleh pemerintah, aminn



Editor     :Erik Stiyanto

Tag        :Cilacap

Sumber  : Mahmud Imron ( Ketua Karang Taruna Tunas Bakti )

Rabu, 19 April 2017

Wisata Kekayaan Kutawaru Expose !!!

Ekotourisme Kelurahan Kutawaru...  


Cilacap merupakan Kabupaten terluas di Jawa Tengah dengan luas wilayah 225.360.840 ha, terdiri atas 24 Kecamatan, yang mencakup 15 Kelurahan , 269 Desa ( 284 Kelurahan / Desa ) dengan jumlah
penduduk lebih dari 1.860.240 jiwa, treletak diantara kedua gari Lintang Selatan : 108 .4’.3”-109.

                                                                                       

                                                                            Dalam peta Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap berada diujung barat daya, berbatasan dengan Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat yang memiliki budaya dan bahasa Pasundan , di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Banyumas, sebelah Timur dengan Kabupaten Kebumen , dan sebelah Selatan adalah Samudra Hindia, sehingga  Kabupaten Cilacap memiliki tiga budaya sekaligus, yaitu budaya Pasundan, Jawa Surakartan dan Jawa Banyumasan. 

Cilacap juga terkenal dengan kekayaan alamnya. Diantaranya adanya  Pulau Nusakambangan yang terkenal  dengan  bunga Wijayakusumanya, Gunung Selok dan Gunung Srandil yang terkenal
tempat wingitnya, Pantai Teluk Penyu dan Pantai Widarapayung yang terkenal dengan keindahannya, serta adanya Benteng Pendem peninggalan sejarah jaman Belanda. Sehingga dari sudut Pariwisata
apabila Cilacap dikembangkan sangatlah potensial untuk memajukan sector wisata Bahari dan ekowisata di kota Cilacap. 

Karena  selain  tempat  tempat tersebut kita  dapat mengembangkan Sektor Pariwisata Cilacap  dengan system Ekowisata atau ekoturisme yang merupakan salah satu kegiatan pariwisata
yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan social budaya ekonomimasyarakat local serta aspek pembelajaran dan pendidikan. 

Di Cilacap ekowisata dapat kita kembangkan karena Cilacap dengan keindahan alam dan keragaman budaya serta industry yang berkembang sangatlah mendukung untuk kegiatan ekowisata ini.
Diantaranya kita memiliki sebuah desa / kelurahan yang terletak di wilayah Cilacap Tengah, yaitu Kelurahan Kutawaru


Kutawaru adalah Kelurahan di Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. dimana kelurahan Kutawaru secara geografis terletak disebelah barat kota Cilacap, dipisahkan oleh laut.Secara adsminitratif wilayah Kelurahan Kutawaru di sebelah barat.berbatasan dengan wilayah desa Ujungmanik kecamatan Kawunganten dan sebelah utara berbatasan dengan wilayah dusun Watukumpul, desa Brebeg Kecamatan Jeruklegi, sedangkan sebelah timur dan selatan Kutawaru adalah laut. Dari kota Cilacap untuk mencapai wilayah Kutawaru dapat melalui jalur laut, yaitu menggunakan alat angkutan berupa perahu.

Selain itu dapat pula melalui jalur darat yaitu lewat arah Jeruklegi atau Kawunganten. Di kelurahan Kutawaru terdiri dari empat lingkungan yang terdiri dari 12 RW. Kehidupan perekonomian dan sosial masyarakat Kelurahan Kutawaru bisa dibilang rendah, mata pencaharian warga adalah nelayan dan sebagian bertani. Wilayah Kutawaru daerahnya heterogen terdiri dari daerah pantai dan perbukitan. dari segi tingkat pendidikan masyarakat Kutawarupun masih tergolong rendah, hal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan masyarakat yang sebagian besar hanya mencapai pendidikan dasar. dari segi pembangunan, hal inipun nampak rendah, bisa dibilang wilayah kelurahan Kutawaru adalah desa kotatip yang terisolir dari Kecamatan Cilacap Tengah yang merupakan pusat adsministratif.


Tetapi dari segi ekowisata, Kutawaru banyak yang bisa digali dan dikembangkan. Di desa yang berpenduduk 10.278  jiwa ini , kita dapat mencapainya dengan menggunakan perjalanan menyisiri laut Bengawan Donan dengan menggunakan perahu, berangkat dari dermaga penyeberangan Kalipanas atau dermaga Prenca yang terletak di Kelurahan Donan.Selain itu dapat juga dicapai dengan melalui jalan darat lewat Kawunganten. 


Di Kutawaru banyak terdapat tempat yang dapat dijadikan sebagai target Ekowisata diantaranya :


1. Hutan Bakau / Mangrove Forest

Keberadaan hutan bakau yang terdapat di sepanjang pantai dapat dijadikan  sebagai ekowisata, karena pepohonan bakau bakau yang terdapat di Kutawaru merupakan bakau bakau dengan berbagai macam spesifikasi  / jenis bakau.

Disini para pengunjung dapat belajar berbagai macam jenis tanaman bakau beserta ekosistem yang berada di dalam mangrove forest.Diantaranya ekosistem kepiting dan ikan.

2. Industri Pertamina dan Semen Holcim 

Dengan adanya Industri Pertamina dan Semen Holcim para pengunjung bisa mengetahui sedikit tentang industry yang ada di Cilacap, dalam perjalanan menyusuri laut menuju ke Kutawaru
pengunjung dapat melihat dengan jelas industry industry yang ada di Cilacap. 

3. Penyulingan Minyak Kayu Putih

Di Kutawaru kita juga dapat belajar dan melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan minyak kayu putih. Sebenarnya dengan banyaknya lahan kosong yang terdapat di Kutawaru pihakPemerintah bisa mengembangkan lahan kosong tersebut denganditanami pohon minyak kayu putih / kebun minyak kayu putih,sehingga stok bahan baku minyak kayu putih dapat menggunakansecara langsung dari petani Kutawaru dan perekonomian wargaterangkat dengan adanya kegiatan tersebut. 
















4. Industri Rumah Tangga “ BATIK KUTAWARU “

Di Kutawaru juga terdapat industry rumah tangga “ BATIK “ yang terkenal dengan sebutan batik mangrove. Dimana dalam wisata batik ini pengunjung dapat melihat langsung dan praktek langsung dalam pembuatan batik. Kami   berharap Pemkab Cilacap   dapat mengembangkan batik Kutawaru dengan memberikan bimbingan danbantuan pemasaran untuk mendongkrak Industri Batik yang ada di Kutawaru. 





5. Tambak Kepiting “ KARYA MINA USAHA “

Di Kutawaru juga terdapat tambak kepiting, yang dikelola oleh masyarakat setempat. Di tempat ini para pengunjung dapat belajar bagaimana proses pengembangan budidaya kepiting.

6. Penggemukan Sapi “ MAESA PATRA “

Lokasi penggemukan sapi terdapat di Kelurahan Kutawaru, merupakan bantuan dari PT. Pertamina RU. IV Cilacap. Di tempat ini para pengunjung bisa melihat dan belajar bagaimana pengembangan
kegiatan penggemukan sapi dilaksanakan.

7. Pemancingan Ikan “ KUWIKUT “

Lokasi berada tak jauh dari pusat pemerintahan Kelurahan Kutawaru. Ditempat ini selain tambak  – tambak pemancingan ikan terdapat jugapohon bakau bakau sehingga menambah asri tempat pemancingan. Apabila tempat ini dijadikan juga sebagai tempat outbound mungkin dapat lebih menarik pengunjung untuk datang. 






Dengan adanya target / lokasi yang dapat dijadikan sebagai sector Ekowisata di Kutawaru, diharapkan pemerintah Kabupaten Cilacap dapat membantu demi tercapainya program tersebut diantaranya dengan : 

1. Perbaikan jalan menuju lokasi wisata Jalan menuju lokasi wisata sangat      
    memprihatinkan, terutama     jalan darat dari Kecamatan Kawunganten    
    menuju Kutawaru.

2. Pemberian bantuan angkutan / alat transportasi untuk   
    mempermudah pengunjung mencapai lokasi tersebut.

3. Pemberian bantuan dengan memberikan sarana dan prasarana 
    yang menunjang, di lokasi wisata.

4. Memberikan pembinaan kepada para pengelola agar dapat memasarkan    
    serta memanage dengan baik tempat tempat tersebut.


Demikian sekilas tentang Kelurahan Kutawaru yang dapat kami angkat, semoga bermanfaat dan dapat menjadi masukan untuk Pemkab Cilacap dalam meningkatkan perekonomian di bidang pariwisata khususnya untuk perekonomian masyarakat Kutawaru agar semakin maju dan berkembang Terimakasih…




Penulis   : Erik Stiyanto





Senin, 17 April 2017

Cilacap Targetkan 13.500 Bidang Tanah Bersertifikat Termasuk Nelayan Kutawaru

Kutawaru News, CILACAP--Sebanyak 13.500 bidang tanah di Kabupaten Cilacap ditargetkan bersertifikat pada 2017.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap Winarno Nuswantoro mengatakan tanah-tanah yang akan disertifikasi itu tersebar di 66 desa dari 18 kecamatan.
"Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 2.000-3.000 bidang tanah per tahun," katanya, Kamis (6/4/2017).

Dia menjelaskan sertifikasi tanah itu dilakukan melalui dua kegiatan, yakni Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) untuk 11.850 bidang tanah yang diusulkan masyarakat melalui pemerintah desa setempat dan kerja sama lintas sektoral dengan sejumlah kementerian untuk 1.650 bidang tanah.

Ia mengatakan 11.850 bidang tanah yang akan disertifikasi melalui Prona telah diusulkan oleh pemerintah desa setempat pada 2016 dan sejak awal 2017 sudah dilakukan pendataan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap.

"Hingga saat ini sudah terealisasi sekitar 200 bidang tanah," katanya.

Winarno mengakui jika hingga saat ini masih banyak tanah di Kabupaten Cilacap yang belum bersertifikat karena dari sekitar 1,1 juta bidang tanah, sedangkan yang baru bersertifikat sekitar 250 ribu bidang.

Oleh karena itu, Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap menargetkan pada 2025 seluruh bidang tanah yang ada telah bersertifikat.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Seksi Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap Saiful Purnamaji mengatakan pihaknya pada 2016 telah mengusulkan kepada Badan Pertanahan Nasional melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dilakukan sertifikasi tanah milik nelayan 250 bidang tanah di Kecamatan Kedungreja pada 2017.

"Namun setelah dicek oleh BPN, ternyata hanya terpenuhi 100 bidang. Oleh karena itu, kami cari lagi dan ternyata nelayan di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, siap," katanya.

Ia mengatakan BPN sudah mengecek tanah di Kutawaru dan diketahui tidak ada permasalahan, antara lain tidak bersinggungan dengan lahan milik Perhutani dan tidak bersinggungan dengan hukum.

Kendati demikian, dia mengakui ada sedikit permasalahan dalam pemberian bantuan sertifikasi hak atas kepemilikan tanah bagi nelayan di Kutawaru.

"Syarat untuk mendapatkan bantuan harus memiliki kartu nelayan. Padahal kartu nelayan dimiliki suami sedangkan tanah dimiliki oleh istri," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, kartu nelayan dimiliki kaum pria meskipun kenyataannya di Cilacap banyak kaum perempuan yang menjadi nelayan.

Dia mengatakan di Kutawaru tercatat sekitar 800 nelayan yang memiliki kartu nelayan dan seluruhnya laki-laki.

Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya agar nelayan bisa memiliki sertifikat hak atas tanah.
Sumber : Antara & Kutawaru Bersatu

Dermaga Alasmalang Kutawaru Cilacap Tengah Makin Ramai...!!!

Untuk Akses Perdagangan CILACAP-Lalulintas di Dermaga Penyebrangan Prenca dari wilayah kota Cilacap menuju ke Kelurahan Kutawaru semakin ramai. Aktivitas warga yang keluar masuk “pulau” kecil di sebelah barat kota Cilacap itu sekarang sangat padat. 























Meski kecil, namun dermaga sangat penting bagi warga Kutawaru. Aktivitas 
warga yang keluar masuk Kutawaru bukan hanya sekedar melakukan perjalanan. Dengan ongkos yang terjangkau Rp 3.000 sekali menyebrang, Kutawaru yang meski dipisahkan perairan di tengah desa tetap ramai. “Kalau yang mau ke Cilacap tinggal menyebrang hanya beberapa menit sudah sampai. Dan kalau kembali masih ada perahu yang menyebrangkan kembali seperti angkutan umum,”kata Nasrudin salah seorang warga Cilacap yang kerap berkunjung ke Kutawaru. Menurut dia aktivitas penyebrangan sekarang jauh lebih ramai dari pada dulu. Bahkan lebih banyak para penyebrang ikut dengan sepada motornya. Hal itu selain sekarang sudah lebih mudah juga semakin ramai. “Kalau dulu penyebrangan ini belum seramai sekarang,” kata dia. Salah seorang tokoh di Kutawaru, Arjo Kemis menceritakan saat ini angkutan sungai sudah seperti angkutan umum. Setiap saat orang bisa menyerang. Sehingga aktivitas di dalam maupun yang ada kepentinga keluar tidak sulit lagi. “Kalau jaman bapak saya dulu, tahun 60-an kalu mau menyerang harus pakai perahu sendiri. Itu pun kecil sehingga masyarakat yang trukah di sini masih seperti terisolasi,”kata dia menceritakan masa lalu. Sekarang ini, lalulintas di perairan sekitar Nusakambangan juga sudah sangat ramai. Sehingga bukan hanya warga Kutawaru namun warga dari desa lainnya juga sudah lebih mudah. Hanya saja karena Kutawaru yang paling dekat sehingga aktivitasnya seperti desa-desa di Cilacap lainnya. “Kalau mau menyeberang kan tidak sampi 10 menit. Sehingga itu dianggap bisa. Dan ongkosnya pun sangat terjangkau,”kata dia.(yan/ttg)



Sumber: http://radarbanyumas.co.id/dermaga-prenca-cilacap-makin-ramai/
Copyright © Radarbanyumas.co.id

Kamis, 06 April 2017

Alhamdulillah Anggaran Jalan Poros Kutawaru Terelisasi 2,6 Miliar

ANGGARAN PERBAIKAN JALAN POROS KUTAWARU 2,6 MILIAR !!!

Cilacap - Perbaikan jalan poros sepanjang 7 kilometer di Kelurahan Kutawaru Kecamatan Cilacap Tengah yang rusak parah, akan dilaksanakan secara bertahap. Kepastian ini disampaikan oleh Camat Cilacap Tengah, Anisa Fabriana, Selasa (4/4/2017). Tahun ini ruas jalan tersebut akan diperbaiki, dengan dukungan ABPD Definitif 2017. 

Sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Cilacap tahun 2017, perbaikan jalan poros ini mendapat anggaran sekitar 2,6 miliar.

Rencananya anggaran ini akan digunakan untuk pengerasan jalan, mulai dari Desa Cigintung hingga Prekuyan. Apabila memungkinkan, pengerasan jalan ini akan dilanjutkan hingga Kutawaru. Sebelumnya pada 2016, Pemkab Cilacap juga mengucurkan anggaran senilai 500 juta rupiah, untuk pembuatan drainase di tepi jalan. Menurut Anisa, Kelurahan Kutawaru sebenarnya mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan jalan setiap tahun. Namun karena memiliki struktur tanah yang labil, perbaikan dan pemeliharaan yang dilakukan tidak bertahan lama.

Jalan poros Kutawaru, mulai dari Jalan Nusa Mandala, Jalan Nusa Tani, dan Jalan Nusadadi, merupakan akses tarnsportasi yang sangat vital, karena menghubungkan Kelurahan Kutawaru ke Desa Ujungmanik Kecamartan Kawunganten, dan Brebeg Kecamatan Jeruklegi. Selain itu, jalan poros merupakan prasarana pendukung ekonomi masyarakat, karena menjadi satu-satunya ruas jalan yang menghubungkan kelurahan tersebut ke Pasar Ujungmanik.

Anisa menjelaskan, hingga saat ini perbaikan jalan tersebut belum dilakukan, karena mekanisme pengelolaan keuangan daerah belum sampai kepada pelaksanaan di lapangan. Namun mengingat alokasi perbaikan tahun ini cukup besar, dia berharap jalan yang dibangun lebih kuat, sehingga dapat menjadi infrastruktur penunjang mobilitas masyarakat.

Sementara itu Kepala DPU PR Cilacap, Alexander Ristiyanto beberapa waktu lalu menjelaskan, perbaikan jalan poros Kutawaru akan diawali pembangunan makadam sepanjang 4 kilometer. Agar dapat bertahan lama, jalan ini akan dibangun dengan konstruksi rigid beton. Anggaran betonisasi tersebut telah masuk dalam DPA tahun 2017, dan pelaksanaannya akan dilakukan dalam waktu dekat(don)



Sumber : http://www.cilacapkab.go.id/v2