Home
Posts filed under Motivasi
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 April 2017
Jumat, 07 April 2017
Indonesia Dimata Penjelajah Dunia
Negara Ini Dimata Penjelajah Dunia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, terdiri dari 13.466 pulau menurut Badan Informasi Geospasial. Beberapa penjelajah dunia sempat mampir ke Indonesia. Dan berkat mereka nama beberapa kerajaan, pulau, dan kota sempat tercatat sebagai bagian dari sejarah dunia. Ada banyak penjelajah dunia di masa-masa terdahulu. Banyak diantaranya yang singgah di Indonesia. Ada yang mencatatnya, ada yang hanya menyimpannya di kepala saja, ada pula yang mungkin tidak tahu nama daerah itu sesungguhnya. Adalah tiga penjelajah dunia yang sempat mencatatkan kesannya tentang beberapa daerah di Indonesia, mereka adalah Marcopolo, Ibnu Batutah, dan James Cook.
1. Marcopolo (1254 – 1324) Marcopolo adalah seorang pedagang dan penjelajah dunia yang berasal dari Italia. Ia terkenal dengan cerita-cerita uniknya tentang dunia timur. Saat itu bangsa barat tidak mengenal dunia timur sehingga banyak yang meragukan perjalanannya. Selain menyusuri jalan sutra, Marcopolo juga sempat mengunjungi Tiongkok serta Indonesia. Berikut adalah penemuannya yang berkaitan dengan Indonesia yang diceritakan dalam buku berjudul “The Travels.” # Pulau Jawa Besar (Pulau Jawa) Diperkirakan sangat luas karena Marcopolo tidak sempat mengunjungi pantai selatannya. Marcopolo juga menceritakan tentang kegagalan penyerangan Kubilai Khan ke Jawa. # Pulau Sondur dan Condur Diperkirakan merupakan pulau-pulau kecil di Laut Cina Selatan yang pernah digunakan sebagai patokan pelayaran. # Pulau Pentam (Pulau Bintan) Marcopolo menyebutkan letak pulau ini dari Selat Singapura. # Kota Malaiur (Singapura atau Palembang) Diceritakan mempunyai seorang raja. # Pulau Jawa Kecil (Pulau Sumatera) Diceritakan mempunyai 8 kerajaan dan 8 raja, masing-masing kerajaan punya bahasanya sendiri-sendiri. # Kerajaan Ferlec dan Basma (Kerajaan Perlak dan Samudra Pasai) Kerajaan Perlak diceritakan Marcopolo sebagai kerajaan yang beragama Islam, terutama penduduk kotanya. Sementara orang gunungnya masih liar dan kanibal kemungkinan adalah suku Battas (Batak). Basma, yang kemungkinan adalah Samudra Pasai, digambarkan memiliki gajah liar, unicorn, dan monyet kecil yang berwajah seperti manusia. Belakangan unicorn yang disebutkan Marcopolo merupakan badak bercula satu. Kerajaan Samara dan Dagroian (Kerajaan Samudera dan Poli/Pidie) Di kerajaan Samara, Marcopolo menemukan kacang India sebesar kepala orang, yang enak dimakan ketika segar, rasanya manis dan putih seperti susu. Kacang yang dimaksud Marcopolo disini adalah kelapa (palem Melayu). Di kerajaan Dragoian terjadi praktek perdukunan dan kanibalisme keluarga yang meninggal. #Kerajaan Lambri dan Fansur (Kerajaan Lamuri dan Barus) Di kerajaan Lamuri Marcopolo menceritakan tentang manusia berbulu dan berekor yang kemungkinan besar adalah orang utan. Di kerajaan Barus ia menemukan yang kini disebut kapur barus dan sagu kelapa.
2. Ibnu Batuttah (1304 – 1377) Bernama lengkap Muhammad Abu Abdullah bin Muhammad Al Lawati Al Tanjawi, penjelajah dunia ini berasal dari Maroko. Berawal dari menunaikan ibadah haji, Ibnu Batutah memulai perjalanannya di usia 21 tahun. Geoge Sarton, sejarawan Barat, mencatat bahwa perjalanan Ibnu Batutah mencapai 120.000 kilometer melintasi 44 negara dalam waktu 30 tahun. Ibnu Batutah sempat terdampar di Indonesia, tepatnya di Kerajaan Samudera Pasai yang saat itu dipimpin oleh Sultan Mahmud Malik Zahir. Sultan Malik Al- Zahir merupakan salah satu dari 7 raja yang dikagumi olehnya, karena Sultan Malik Al-Zahir dinilai berpengetahuan luas dan mendalam. Berikut adalah penemuannya, Negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah. Kedatangannya mendapat sambutan hangat dari para ulama dan pejabat Samudera Pasai. Sultan Mahmud Malik Al-Zahir adalah seorang pemimpin yang sangat mengedepankan hukum Islam. Pribadinya sangat rendah hati. Ia berangkat ke masjid untuk shalat Jumat dengan berjalan kaki. Selesai shalat, sultan dan rombongan biasa berkeliling kota untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memiliki ghirah (semangat) belajar yang tinggi untuk menuntut ilmu-ilmu Islam kepada ulama. Samudera Pasai saat itu menjelma sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara. Pusat studi Islam yang dibangun di lingkungan kerajaan menjadi tempat diskusi antara ulama dan elit kerajaan. Pedalaman Sumatra kala itu masih dihuni masyarakat non-Muslim. Ada beberapa perilaku masyarakat yang mengerikan, seperti bunuh diri massal yang dilakukan hamba ketika pemimpinnya mati.
3. James Cook (1728 – 1779) James Cook merupakan seorang penjelajah dan navigator berasal dari Inggris. Ia menjelajah dunia hingga 3 kali untuk kepentingan kerajaan Ingris, yaitu menemukan daerah jajahan baru dan mengantar para ilmuwan ke Tahiti. Cook dikenal sebagai pribadi yang baik, patuh pada perintah, dan sangat memperhatikan kesehatan anak buahnya walau pada akhirnya ia tewas dibunuh oleh orang Hawaii. Dalam perjalanannya, James Cook pernah singgah di Indonesia sekitar 2,5 bulan, tepatnya di Batavia atau Jakarta di masa kini. Persinggahannya di Indonesia tidak direncanakan. Hal itu terjadi karena kapal Endeavour mengalami kekurangan bekal dan kerusakan saat perjalanan pulang dari Australia. Pada masa itu Indonesia sudah dijajah oleh Belanda lewat VOC. Berikut adalah catatannya mengenai Batavia dalam jurnalnya yang berjudul “Journal of the Proceedings of His Majesty’s Bark Endeavour, on a Voyage Round the World.” Sebagian jalan Batavia memiliki kanal-kanal air yang kemudian bersatu sekitar setengah mil sebelum aliran itu ke laut. Komunikasi antara laut dan kota dilakukan lewat kanal, dan hanya siang hari. Ketika malam pintu penghubungnya ditutup batang kayu. Sebuah jalan di Batavia dengan perahu-perahu di kanal dengan penanda sebuah kubah gereja. Di masa kini kawasan yang dimaksud Cook adalah sepanjang Kalibesar, sementara kubah gereja yang dimaksud kini menjadi Museum Wayang. Batavia adalah tempat di mana orang Eropa tidak ingin untuk mengunjunginya. Tetapi, jikalau terpaksa ke kota ini, mereka akan melakukannya sesingkat mungkin, kalau tidak mereka akan segera merasakan efek dari udara tak sehat di Batavia. Hal ini terjadi karena di masa itu aturan membuang sampah dan tinja di kanal diperbolehkan, dan kanal mandek serta mendangkal akibat letusan Gunung Salak di tahun 1699. Observatorium sangat elegan milik Tuan Mohr, dilengkapi dengan berbagai peralatan seperti kebanyakan wahana astronomi di Eropa. Kubah observatorium tersebut merupakan penanda kota yang berlokasi di kawasan Glodok, tak jauh dari Klenteng Jin De Yuan. Lewat catatan sejarah, kita bisa mengenal keadaan dan pribadi bangsa kita di masa lalu. Semoga kita bisa belajar dari catatan sejarah tersebut, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.
Sumber :http://kumpulancerita.net/negara-ini-dimata-penjelajah-dunia.html
Editor :https://www.facebook.com/errigg
1. Marcopolo (1254 – 1324) Marcopolo adalah seorang pedagang dan penjelajah dunia yang berasal dari Italia. Ia terkenal dengan cerita-cerita uniknya tentang dunia timur. Saat itu bangsa barat tidak mengenal dunia timur sehingga banyak yang meragukan perjalanannya. Selain menyusuri jalan sutra, Marcopolo juga sempat mengunjungi Tiongkok serta Indonesia. Berikut adalah penemuannya yang berkaitan dengan Indonesia yang diceritakan dalam buku berjudul “The Travels.” # Pulau Jawa Besar (Pulau Jawa) Diperkirakan sangat luas karena Marcopolo tidak sempat mengunjungi pantai selatannya. Marcopolo juga menceritakan tentang kegagalan penyerangan Kubilai Khan ke Jawa. # Pulau Sondur dan Condur Diperkirakan merupakan pulau-pulau kecil di Laut Cina Selatan yang pernah digunakan sebagai patokan pelayaran. # Pulau Pentam (Pulau Bintan) Marcopolo menyebutkan letak pulau ini dari Selat Singapura. # Kota Malaiur (Singapura atau Palembang) Diceritakan mempunyai seorang raja. # Pulau Jawa Kecil (Pulau Sumatera) Diceritakan mempunyai 8 kerajaan dan 8 raja, masing-masing kerajaan punya bahasanya sendiri-sendiri. # Kerajaan Ferlec dan Basma (Kerajaan Perlak dan Samudra Pasai) Kerajaan Perlak diceritakan Marcopolo sebagai kerajaan yang beragama Islam, terutama penduduk kotanya. Sementara orang gunungnya masih liar dan kanibal kemungkinan adalah suku Battas (Batak). Basma, yang kemungkinan adalah Samudra Pasai, digambarkan memiliki gajah liar, unicorn, dan monyet kecil yang berwajah seperti manusia. Belakangan unicorn yang disebutkan Marcopolo merupakan badak bercula satu. Kerajaan Samara dan Dagroian (Kerajaan Samudera dan Poli/Pidie) Di kerajaan Samara, Marcopolo menemukan kacang India sebesar kepala orang, yang enak dimakan ketika segar, rasanya manis dan putih seperti susu. Kacang yang dimaksud Marcopolo disini adalah kelapa (palem Melayu). Di kerajaan Dragoian terjadi praktek perdukunan dan kanibalisme keluarga yang meninggal. #Kerajaan Lambri dan Fansur (Kerajaan Lamuri dan Barus) Di kerajaan Lamuri Marcopolo menceritakan tentang manusia berbulu dan berekor yang kemungkinan besar adalah orang utan. Di kerajaan Barus ia menemukan yang kini disebut kapur barus dan sagu kelapa.
2. Ibnu Batuttah (1304 – 1377) Bernama lengkap Muhammad Abu Abdullah bin Muhammad Al Lawati Al Tanjawi, penjelajah dunia ini berasal dari Maroko. Berawal dari menunaikan ibadah haji, Ibnu Batutah memulai perjalanannya di usia 21 tahun. Geoge Sarton, sejarawan Barat, mencatat bahwa perjalanan Ibnu Batutah mencapai 120.000 kilometer melintasi 44 negara dalam waktu 30 tahun. Ibnu Batutah sempat terdampar di Indonesia, tepatnya di Kerajaan Samudera Pasai yang saat itu dipimpin oleh Sultan Mahmud Malik Zahir. Sultan Malik Al- Zahir merupakan salah satu dari 7 raja yang dikagumi olehnya, karena Sultan Malik Al-Zahir dinilai berpengetahuan luas dan mendalam. Berikut adalah penemuannya, Negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah. Kedatangannya mendapat sambutan hangat dari para ulama dan pejabat Samudera Pasai. Sultan Mahmud Malik Al-Zahir adalah seorang pemimpin yang sangat mengedepankan hukum Islam. Pribadinya sangat rendah hati. Ia berangkat ke masjid untuk shalat Jumat dengan berjalan kaki. Selesai shalat, sultan dan rombongan biasa berkeliling kota untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memiliki ghirah (semangat) belajar yang tinggi untuk menuntut ilmu-ilmu Islam kepada ulama. Samudera Pasai saat itu menjelma sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara. Pusat studi Islam yang dibangun di lingkungan kerajaan menjadi tempat diskusi antara ulama dan elit kerajaan. Pedalaman Sumatra kala itu masih dihuni masyarakat non-Muslim. Ada beberapa perilaku masyarakat yang mengerikan, seperti bunuh diri massal yang dilakukan hamba ketika pemimpinnya mati.
3. James Cook (1728 – 1779) James Cook merupakan seorang penjelajah dan navigator berasal dari Inggris. Ia menjelajah dunia hingga 3 kali untuk kepentingan kerajaan Ingris, yaitu menemukan daerah jajahan baru dan mengantar para ilmuwan ke Tahiti. Cook dikenal sebagai pribadi yang baik, patuh pada perintah, dan sangat memperhatikan kesehatan anak buahnya walau pada akhirnya ia tewas dibunuh oleh orang Hawaii. Dalam perjalanannya, James Cook pernah singgah di Indonesia sekitar 2,5 bulan, tepatnya di Batavia atau Jakarta di masa kini. Persinggahannya di Indonesia tidak direncanakan. Hal itu terjadi karena kapal Endeavour mengalami kekurangan bekal dan kerusakan saat perjalanan pulang dari Australia. Pada masa itu Indonesia sudah dijajah oleh Belanda lewat VOC. Berikut adalah catatannya mengenai Batavia dalam jurnalnya yang berjudul “Journal of the Proceedings of His Majesty’s Bark Endeavour, on a Voyage Round the World.” Sebagian jalan Batavia memiliki kanal-kanal air yang kemudian bersatu sekitar setengah mil sebelum aliran itu ke laut. Komunikasi antara laut dan kota dilakukan lewat kanal, dan hanya siang hari. Ketika malam pintu penghubungnya ditutup batang kayu. Sebuah jalan di Batavia dengan perahu-perahu di kanal dengan penanda sebuah kubah gereja. Di masa kini kawasan yang dimaksud Cook adalah sepanjang Kalibesar, sementara kubah gereja yang dimaksud kini menjadi Museum Wayang. Batavia adalah tempat di mana orang Eropa tidak ingin untuk mengunjunginya. Tetapi, jikalau terpaksa ke kota ini, mereka akan melakukannya sesingkat mungkin, kalau tidak mereka akan segera merasakan efek dari udara tak sehat di Batavia. Hal ini terjadi karena di masa itu aturan membuang sampah dan tinja di kanal diperbolehkan, dan kanal mandek serta mendangkal akibat letusan Gunung Salak di tahun 1699. Observatorium sangat elegan milik Tuan Mohr, dilengkapi dengan berbagai peralatan seperti kebanyakan wahana astronomi di Eropa. Kubah observatorium tersebut merupakan penanda kota yang berlokasi di kawasan Glodok, tak jauh dari Klenteng Jin De Yuan. Lewat catatan sejarah, kita bisa mengenal keadaan dan pribadi bangsa kita di masa lalu. Semoga kita bisa belajar dari catatan sejarah tersebut, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.
Sumber :http://kumpulancerita.net/negara-ini-dimata-penjelajah-dunia.html
Editor :https://www.facebook.com/errigg
Belajar Untuk Memilih Dan Berjuang Layaknya Elang Yang Gagah
Belajar Untuk Memilih Dan Berjuang Layaknya Elang Yang Gagah
Cerita Inspirasi - Ada banyak hal yang akan membuat kita seringkali mengalami sebuah kegagalan di dalam hidup ini, baik itu hal yang sengaja kita lakukan atau berbagai hal lainnya yang terjadi dan kita lakukan tanpa kita sadari. Namun pada dasarnya, semua hal ini bisa saja membuat kita selalu terpuruk dan tidak bisa melangkah maju untuk meraih berbagai keberhasilah di dalam kehidupan kita.
Berbagai hal yang kita lakukan tersebut, bisa saja menjadi sebuah kebiasaan yang sangat sulit untuk ditinggalkan. Padahal seringkali kita sadar dengan kenyataan yang ada, di mana berbagai kebiasaan inilah yang selalu menjadi sebuah hambatan bagi kesuksesan kita di dalam hidup ini. Namun, kita tak kunjung berubah dan meninggalkannya, justru kita seringkali kembali dan kembali mengulangnya. Ini tentu sama saja dengan selalu mengulang kegagalan, bukan?
Tanggalkan kebiasaan buruk dan tidak bermanfaat
Hal pertama yang harus kita lakukan untuk sebuah perubahan di dalam hidup kita adalah dengan menanggalkan berbagai macam kebiasaan buruk yang kita miliki selama ini. Ini bisa saja menjadi sebuah pekerjaan yang sangat tidak mudah, sebab berbagai kebiasaan tersebut telah melekat dan menjadi bagian dari diri kita sendiri, sehingga sangat wajar jika orang akan begitu sulit untuk mengubah berbagai kebiasaan buruk di dalam dirinya.
Entah suka atau tidak, pada dasarnya kita memang seringkali tidak menyadari jika kita telah memelihara banyak kebiasaan yang merugikan diri kita sendiri, misalnya: senang membuang-buang waktu dan menunda pekerjaan, tidak disiplin dan suka membuang banyak kesempatan, boros dan tidak perhitungan, serta berbagai hal lainnya yang tidak berguna namun seringkali kita lakukan. Kita telah terbiasa dan begitu nyaman menjalani ini dalam kurun waktu yang sangat panjang dan bahkan mungkin hampir seluruh hidup kita. Meninggalkan berbagai kebiasaan ini, sudah pasti sama dengan meninggalakan kenyamanan diri kita sendiri, siapkah kita untuk melakukan ini?
Belajar dari elang yang gagah
Kita bisa belajar tentang nilai sebuah perubahan dari elang yang gagah yang merupakan unggas dengan umur terpanjang di dunia, yakni bisa mencapai 70 tahun lamanya. Namun ketahuilah bahwa hal ini tidak bisa dicapai dengan mudah, sebab di usia 40 tahunan elang harus memilih sebuah keputusan berat di dalam hidupnya. Di usia ini, cakarnya mulai melemah, paruhnya bertambah panjang dan membengkok, dan bahkan sayapnya menjadi berat akibat ditumbuhi bulu yang lebat. Elang akan kesulitan untuk terbang, bahkan mencari makan.
Elang dihadapkan pada 2 pilihan sulit, antara melakukan sebuah transformasi yang sangat berat dan menyakitkan atau berdiam sambil menunggu kematiannya. Untuk bertahan hidup, elang harus memilih transformasi yang panjang dan memakan waktu hingga 150 hari. Dia akan berupaya keras untuk terbang dan mencapai puncak gunung dan kemudian membuat sarang di tepi sebuah jurang yang terjal, elang akan tinggal di sana dan menjalani transformasinya.
Hal pertama yang akan dilakukannya adalah mematuk-matukkan paruhnya yang tua ke permukaan bebatuan yang keras, hingga paruh itu tanggal dari mulutnya. Elang akan berdiam selama beberapa waktu dan menunggu tumbuhnya paruh yang baru. Dengan paruh baru tersebut, elang akan menanggalkan satu persatu cakarnya dan menunggu hingga cakar tersebut tumbuh kembali. Cakar yang baru ini akan digunakan untuk mencabuti bulu tubuhnya satu persatu, yang tentu saja sangat menyakitkan. Dibutuhkan waktu hingga 5 bulan, agar bulu-bulu tersebut tumbuh kembali, setelah itu elang yang gagah dapat terbang dan menjelajahi angkasa kembali dengan perkasa selama 30 tahun ke depan.
Ini tentu bukan sebuah proses yang mudah, yang bisa dilalui hanya dalam waktu sekejap saja. Begitu juga dengan perubahan di dalam diri kita, terkadang kita harus melaluinya dengan sangat menyakitkan, melelahkan dan bahkan begitu menyedihkan. Namun, itu semua akan sesuai dengan hasil yang baik dan perubahan yang kita dapatkan.
Cerita tentang kisah elang yang gagah ini mengajarkan kita untuk berusaha apabila ingin melakukan perubahan demi mencapai hidup yang lebih baik. Semoga cerita motivasi ini bermanfaat dan jangan lupa baca artikel lainnya hanya di http://bocah-lingkungan-kulon.blogspot.com.
Sumber : http://www.sipolos.com/elang-yang-gagah/
Contoh Suri Tauladan Pemimpin Yang Sederhana
Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin Yang Sederhana...
Satu Islam – Siapa tak kenal Umar bin Abdul Aziz. Insan dengan sejarah menawan akan masa kepemimpinannya saat menjabat sebagai khalifah. Ia membalikkan 180 derajat keadaan hidupnya dari yang bermewah harta menjadi penuh dengan keterbatasan ketika dirinya diangkat sebagai khalifah. Ia juga yang dikenal sebagai khalifah yang mampu mengembalikan kesejahteraan umat Islam, hingga hampir saja pembagian zakat tak menemui si penerima karena kesejahteraan tiap muslim di kala itu. Ia juga yang menjadi penyelamat wajah Daulah Umayah di mana para raja berkuasa semena-mena dan perpecahan terjadi di mana-mana.
Tentu akan ada banyak karakteristik seorang mukmin yang bersemayam dalam diri Umar bin Abdul Aziz hingga dirinya ditaati sebagai pemimpin dan namanya tertera dalam daftar sejarah kebanggaan umat muslim. Termasuk salah satu di antaranya adalah sifat tawadhu’ beliau.
Tawadhu’ sendiri berasal dari wada’a yang berarti ‘merendahkan’. Tawadhu; merupakan perangai merendahkan kelebihan, menundukkan hati agar tidak menunjukkan ia lebih baik dari pada orang lain.
Belajar memiliki karakter tawadhu’ menjauhkan seseorang dari sifat sombong. Perangai ini penting bagi seorang pemimpin karena karakter sombong membuat si sombong merasa orang yang ada di sekitarnya punya kedudukan tidak lebih baik dari dirinya, membuat ada tembok pemisah antara si sombong dan orang-orang di sekitarnya, yang akhirnya menjauhkan orang-orang di sekitarnya dari si sombong.
Dalam Al Quran surat As-Syu’araa’ ayat 215, Allah menyuruh seorang muslim untuk merendahkan dirinya di hadapan para pengikutnya yang beriman. Ayat ini menjadi dasar bagi seorang pemimpin untuk merendahkan diri di hadapan para rakyatnya yang beriman, bukan menyombongkan diri.
Namun Allah bukan hanya menjadikan tawadhu’ sebagai tuntutan bagi umat muslim, tetapi juga akan Allah naikkan derajat seorang muslim yang berperangai tawadhu’. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda “Sedekah tidak mungkin mengurangi harta. Tidaklah seseorang suka memaafkan, melainkan ia akan semakin mulia. Tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ (rendah diri) karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya. “[HR. Muslim]. Sehingga tidak akan merugi orang yang memiliki sifat tawadhu’, ia akan mulia di mata Allah, juga mulia di mata manusia.
Berikut sepenggal kisah hidup Umar bin Abdul Aziz menggambarkan betapa tawadhu’nya beliau sebagai seorang pemimpin. Kisah tersebut terjadi ketika suatu malam ada seseorang yang bertamu ke rumah Umar bin Aziz. Kala itu sang khalifah sedang menulis di tengah kondisi cahaya lampu yang mulai redup. Sang tamu yang melihat keadaan itu kemudian ingin memperbaiki lampu tersebut, namun hal itu dicegah oleh sang khalifah. Khalifah Umar bin Abdul Aziz ingin memuliakan tamunya sehingga tidak memperbolehkan tamunya merepotkan diri untuk membenahi lampu yang mulai redup itu. Sang tamu tak berhenti sampai di situ, ia kemudian menganjurkan agar Umar bin Abdul Aziz membangunkan pembantu beliau, namun anjuran si tamu juga ditolak oleh sang khalifah. Khalifah Umar bin Abdul Aziz tidak ingin mengganggu pembantunya beristirahat. Hingga pada akhirnya sang khalifah sendiri yang turun tangan memperbaiki lampu tersebut.
Kisah di atas menunjukkan betapa rendah hatinya khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ia tidak sombong atas kedudukannya sebagai khalifah yang sebenarnya bisa saja menyuruh si tamu yang berkunjung untuk memperbaiki lampunya dengan kedudukan beliau sebagai khalifah, namun beliau lebih memilih memuliakan tamu tersebut. Atau bisa saja sang khalifah membangunkan pembantu beliau yang sesudah beristirahat, namun sang khalifah lebih memilih untuk tidak mengganggu istirahatnya si pembantu.
Begitulah para pemimpin umat Islam terdahulu mengajarkan keteladanan pada kita. Umar bin Abdul Aziz memberikan gambaran keindahan tawadhu’, ketika seseorang menurunkan egonya untuk menyamakan dirinya di hadapan manusia dan merendahkan dirinya di hadapan Allah Azza wa Jala, maka ia dapatkan kemuliaan dirinya, penghargaan di hadapan manusia, dan ketinggian derajat diberikan oleh Allah.
Sumber : https://satuislam.org/tokoh/umar-bin-abdul-aziz-teladan-pemimpin-yang-sederhana/
Jangan Mudah Putus Asa
JANGAN BERPUTUS ASA !!!
Kawan, Keimanan seorang mukmin akan tampak jelas tatkala ia ditimpa bencana dan cobaan. Ia rajin berdoa, namun terkadang tidak ada jawaban. Hal ini tidak pernah membuatnya putus harapan, meskipun alas an untuk itu sangat kuat. Ini karena dia meyakini bahwa yang Maha benar lebih mengetahui maslahat bagi hamba-Nya. Tertundanya jawaban itu dimaksudkan agar sang hamba bersabar dan semakin kuat imannya. Allah tidak akan berlaku demikian, kecuali Dia ingin melihat kesabaran dan kepasrahan hati hamba-Nya. Allah SWT juga bermaksud agar hamba-Nya banyak berlindung dan berdoa kepada-Nya.
Adapun orang yang menginginkan jawaban cepat dan sangat gelisah jika jawaban atas doanya tidak cepat datang, menandakan bahwa ia lemah imannya. Ia menganggap dirinya berhak mendapatkan jawaban dari Allah SWT. Bahkan seakan-akan ia menuntut jawaban atas doa-doanya yang dipanjatkannya.
Tidakkah Anda mendengar kisah Nabi Ya’qub as yhang dicoba selama delapan puluh tahun. Namun, harapannya kepada Allah SWT tidak pernah bergeser? Saat anaknya, Bunyamin tidak ada di sampingnya pun sebagaimana yang terjadi pada Yusuf, harapannya tetap kokok. Nabi Ya’qub as berkata,
“Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku” (QS. Yusuf : 83)
Makna tersebut diperkuat dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 214
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah : 214)
Perlu diperhatikan bahwa perkataan itu tidak muncul dari Rasulullah SAW dan orang-orang yang beriman, kecuali setelah mereka mengalami cobaan yang sangat panjang serta tempaan yang sangat sulit. Pada saat hampir putus asa, barulah mereka perkata seperti itu. Rasulullah saw bersabda:
“Doa seorang hamba Allah tetap dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim atau tak terburu-buru segera dikabulkan.” Seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah maksud terburu-buru?” Rasulullah menjawab, ”Ia mengatakan, ‘aku telah berdoa tapi aku tidak melihat doaku dikabulkan’, sehingga ia mengabaikan dan meninggalkan doanya itu.” (HR Muslim)
Oleh karena itu, berhati-hatilah. Jangan Anda risau dengan panjangnya cobaan dan banyaknya doa. Saat dicoba dengan bala, sebenarnya Anda telah beribadan dengan doa dan kesabaran. Janganlah berputus asa dari ramhat Allah meskipun cobaan yang ditimpakan kepada Anda sangatlah panjang. Berdoa dan senantiasa berdoa karena suatu saat doa tersebut akan diperkenankan. Sabar dan senantiasa bersabar karena bersabar itu indah.
Wallahu a’lam
Cara Meningkatkan Kecerdasan Otak Dalam Islam
Meningkatkan Kecerdasan Otak dalam Perspektif Islam
Menurut hasil penelitian ternyata membaca Al-Qur’an sehabis maghrib dan sesudah subuh itu dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 % , karena di sana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam kesiang hari di samping itu ada tiga aktifitas sekaligus , membaca , melihat dan mendengar .
“Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya, menyedikitkan makan, membiasakan melaksanakan ibadah salat malam, dan membaca Alquran sambil melihat kepada mushaf”. Selanjutnya ia berkata,… “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Alqur’an”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang men dengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.
Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Maha benar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).
Atau, “Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram” (Q.S. 13: 28).
Sumber : http://jendelaal-islam.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)





